Home » Teknologi » 10 Fitur Privasi WhatsApp yang Wajib Diketahui, Lengkap Cara Pakainya

10 Fitur Privasi WhatsApp yang Wajib Diketahui, Lengkap Cara Pakainya

Smallest FontLargest Font

WhatsApp memiliki sejumlah fitur privasi yang dapat digunakan untuk membatasi informasi pribadi, mengamankan percakapan, serta mengurangi gangguan dari akun atau nomor tidak dikenal.

Pengaturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan isi pesan. Pengguna juga dapat mengatur siapa yang bisa melihat foto profil, status, informasi terakhir online, hingga siapa yang dapat menambahkan akun ke grup.

Pada 2026, WhatsApp juga menambah lapisan keamanan akun. Salah satunya berupa peningkatan verifikasi dua langkah menjadi sistem kata sandi yang lebih kuat, selain dukungan passkey untuk membantu proses autentikasi.

Karena fitur privasi WhatsApp cukup banyak, pengaturan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Tidak semua fitur harus diaktifkan sekaligus, tetapi beberapa perlindungan dasar layak diperiksa secara berkala.

Fitur Privasi WhatsApp yang Bisa Digunakan

Berikut sejumlah fitur yang paling praktis untuk membantu menjaga privasi dan keamanan akun WhatsApp.

FiturFungsi utamaLokasi umum
Pengaturan PrivasiMengatur visibilitas informasi pribadiPengaturan > Privasi
Pemeriksaan PrivasiMeninjau beberapa pengaturan privasiPengaturan > Privasi
Kunci ChatMelindungi percakapan tertentuInfo chat
Pesan SementaraMenghapus pesan baru setelah periode tertentuPengaturan > Privasi
Bisukan Penelepon Tak DikenalMenghentikan dering dari nomor asingPengaturan > Privasi
Verifikasi Dua LangkahMenambah perlindungan akunPengaturan > Akun
PasskeyAutentikasi menggunakan keamanan perangkatPengaturan > Akun > Passkey
Kunci AplikasiMembatasi akses ke aplikasiPengaturan privasi/keamanan
Blokir dan LaporkanMenghentikan interaksi dengan akun bermasalahMenu kontak atau chat
Pengaturan Akun KetatPerlindungan tambahan terhadap serangan canggihPengaturan > Privasi > Lanjutan

WhatsApp menjelaskan bahwa pengaturan privasi dapat digunakan untuk mengontrol informasi yang terlihat oleh pengguna lain sekaligus mengatur siapa yang dapat menghubungi atau menambahkan akun ke grup.

1. Atur Siapa yang Bisa Melihat Informasi Pribadi

Pengaturan privasi dasar menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperiksa terlebih dahulu. WhatsApp menyediakan pilihan untuk mengatur visibilitas beberapa informasi akun.

Beberapa pengaturan dapat menggunakan pilihan seperti Everyone, My Contacts, My Contacts Except…, atau Nobody. Pilihan yang tersedia dapat berbeda tergantung jenis informasi.

Informasi yang dapat diatur antara lain:

  • Foto profil.
  • Informasi About.
  • Last seen dan status online.
  • Status WhatsApp.
  • Read receipts.
  • Siapa yang dapat menambahkan akun ke grup.

Cara mengubah pengaturan privasi

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Privasi.
  4. Pilih informasi yang ingin dibatasi.
  5. Tentukan siapa yang dapat melihat informasi tersebut.

Sebagai contoh, foto profil dapat dibatasi hanya untuk kontak atau bahkan disembunyikan dari seluruh pengguna. WhatsApp juga menyediakan pilihan “My Contacts Except…” untuk mengecualikan kontak tertentu.

Perlu diperhatikan, menonaktifkan read receipts juga memiliki konsekuensi. Jika tanda dibaca dimatikan, tanda baca dari pengguna lain juga tidak dapat dilihat pada chat individual. Untuk grup, tanda baca tetap berlaku.

2. Gunakan Pemeriksaan Privasi WhatsApp

WhatsApp memiliki Privacy Checkup atau Pemeriksaan Privasi untuk membantu pengguna meninjau sejumlah pengaturan keamanan dari satu rangkaian pemeriksaan.

Fitur tersebut berguna bagi pengguna yang belum mengetahui pengaturan privasi mana saja yang perlu diperiksa. WhatsApp menyebut Privacy Checkup sebagai panduan bertahap untuk meninjau beberapa lapisan perlindungan pada pesan, panggilan, dan informasi pribadi.

Cara menggunakan Pemeriksaan Privasi

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Privasi.
  4. Cari opsi Pemeriksaan Privasi atau Privacy Checkup.
  5. Pilih untuk memulai pemeriksaan.
  6. Ikuti setiap pengaturan yang ditampilkan.

Ketersediaan dan susunan menu dapat berubah mengikuti versi WhatsApp. Jika opsi tidak muncul, pembaruan aplikasi dapat diperiksa melalui toko aplikasi resmi.

3. Aktifkan Kunci Chat untuk Percakapan Sensitif

Kunci Chat berfungsi menempatkan percakapan tertentu ke folder yang dilindungi autentikasi tambahan.

Fitur tersebut berguna ketika perangkat terkadang dipinjam atau digunakan oleh orang lain. Isi percakapan terkunci juga disembunyikan dari notifikasi sehingga nama kontak dan isi pesan tidak ditampilkan secara normal.

Cara mengaktifkan Kunci Chat

  1. Buka percakapan yang ingin dilindungi.
  2. Buka informasi kontak atau grup.
  3. Pilih opsi Kunci Chat.
  4. Ikuti instruksi autentikasi perangkat.
  5. Gunakan sidik jari, Face ID, kode perangkat, atau metode yang tersedia.

WhatsApp juga menyediakan Secret Code atau kode rahasia untuk memberikan perlindungan tambahan. Chat yang disembunyikan dapat ditemukan melalui pencarian menggunakan kode rahasia tersebut.

Kunci Chat tidak berarti pesan tersebut tidak dapat diakses oleh penerima. Fitur ini terutama melindungi tampilan percakapan pada perangkat yang digunakan.

4. Aktifkan Pesan Sementara

Pesan Sementara atau Disappearing Messages memungkinkan pesan baru menghilang setelah periode tertentu.

WhatsApp menyediakan pilihan 24 jam, 7 hari, dan 90 hari. Pengaturan tersebut berlaku pada pesan baru setelah fitur diaktifkan, bukan otomatis menghapus pesan lama.

Cara mengaktifkan Pesan Sementara

Untuk chat tertentu:

  1. Buka chat.
  2. Ketuk nama kontak atau nama grup.
  3. Pilih Pesan Sementara.
  4. Pilih 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.

Pengaturan default untuk chat baru juga dapat dilakukan melalui:

  1. Buka Pengaturan.
  2. Pilih Privasi.
  3. Pilih Timer pesan default.
  4. Tentukan durasi yang diinginkan.

Fitur ini bukan jaminan bahwa salinan pesan tidak akan pernah tersimpan. Penerima tetap dapat menyimpan informasi dengan cara lain sebelum pesan menghilang.

5. Bisukan Penelepon Tidak Dikenal

Panggilan dari nomor yang tidak dikenal dapat mengganggu, terutama ketika berasal dari spam atau upaya penipuan.

WhatsApp menyediakan fitur Silence Unknown Callers yang membuat panggilan dari nomor tidak dikenal tidak membunyikan telepon. Panggilan tetap tercatat dalam daftar panggilan sehingga nomor penting masih dapat diperiksa kemudian.

Cara mengaktifkan

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Privasi.
  4. Masuk ke bagian Panggilan.
  5. Aktifkan Bisukan penelepon tidak dikenal.

Fitur tersebut tidak sama dengan memblokir nomor. Panggilan tetap dapat muncul pada daftar panggilan, tetapi tidak mengeluarkan dering pada perangkat.

6. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah memberikan lapisan keamanan tambahan ketika akun WhatsApp didaftarkan kembali.

Pada pembaruan terbaru, WhatsApp menyatakan sedang meningkatkan sistem PIN enam digit menjadi kata sandi yang dapat lebih panjang, menggunakan kombinasi karakter alfanumerik dan karakter khusus. Akun yang sudah menggunakan PIN dapat diperbarui mengikuti opsi yang tersedia.

Cara mengelola verifikasi dua langkah

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Akun.
  4. Pilih Verifikasi dua langkah.
  5. Aktifkan atau perbarui metode keamanan sesuai opsi yang tersedia.
  6. Tambahkan alamat email pemulihan jika diminta.

Email pemulihan dapat membantu proses pemulihan ketika kredensial verifikasi dua langkah terlupa. WhatsApp menegaskan bahwa PIN atau kata sandi verifikasi dua langkah berbeda dari kode pendaftaran enam digit yang dikirim melalui SMS atau panggilan.

7. Gunakan Passkey untuk Keamanan Akun

Passkey menjadi salah satu fitur keamanan yang semakin penting pada WhatsApp. Fitur ini menghubungkan proses autentikasi dengan sistem keamanan perangkat, seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau kode layar.

Pada Agustus 2026, WhatsApp menyebut lebih dari satu miliar orang telah menggunakan passkey dan pengguna dapat menambahkan lebih dari satu passkey ketika memakai perangkat Android dan iOS.

Cara mengatur Passkey

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Akun.
  4. Pilih Passkeys.
  5. Ikuti instruksi pada perangkat.

Opsi tersebut bergantung pada dukungan perangkat dan versi aplikasi. Jika menu belum tersedia, pembaruan WhatsApp serta sistem operasi dapat diperiksa terlebih dahulu.

8. Manfaatkan Fitur Blokir dan Laporkan

Ketika muncul pesan mencurigakan, spam, atau kontak yang terus mengganggu, tersedia pilihan untuk memblokir dan melaporkan akun.

Memblokir akan menghentikan pesan, panggilan, serta pembaruan status dari akun tersebut. Pelaporan memberikan informasi kepada WhatsApp untuk ditinjau berdasarkan sistem dan kebijakan yang berlaku.

Cara blokir akun

  1. Buka chat dengan nomor terkait.
  2. Ketuk nama kontak atau nomor.
  3. Pilih Blokir.
  4. Jika diperlukan, pilih opsi untuk melaporkan sekaligus memblokir.

Jika laporan dikirim, WhatsApp menyatakan dapat menerima hingga lima pesan terakhir yang dikirim oleh akun tersebut dalam konteks laporan chat individual. Pengguna atau grup yang dilaporkan tidak menerima pemberitahuan mengenai laporan tersebut.

9. Periksa Pengaturan Privasi Grup

Privasi bukan hanya soal pesan pribadi. Grup WhatsApp juga dapat menjadi jalur masuk akun yang tidak dikenal.

Pengaturan privasi memungkinkan pembatasan siapa yang dapat menambahkan akun ke grup. Pilihan tersebut dapat ditemukan melalui menu Privasi dan pengaturan terkait grup.

Pengaturan ini berguna untuk mengurangi kemungkinan akun dimasukkan secara sembarangan ke grup yang tidak diinginkan.

10. Aktifkan Pengaturan Akun Ketat Jika Memang Dibutuhkan

WhatsApp pada 2026 memperkenalkan Strict Account Settings atau Pengaturan Akun Ketat sebagai lapisan perlindungan tambahan terhadap serangan siber yang sangat canggih.

Fitur tersebut menerapkan sejumlah pengaturan keamanan dan privasi yang lebih ketat, termasuk pemblokiran otomatis lampiran serta media dari pengirim tidak dikenal dan pembisuan panggilan dari orang yang tidak dikenal.

Cara mengaktifkan

  1. Buka WhatsApp.
  2. Masuk ke Pengaturan.
  3. Pilih Privasi.
  4. Pilih Lanjutan.
  5. Cari Pengaturan Akun Ketat.
  6. Aktifkan fitur jika memang diperlukan.

WhatsApp secara khusus menjelaskan bahwa fitur tersebut ditujukan untuk pengguna yang mungkin menghadapi risiko tinggi atau menjadi target serangan siber canggih. Karena beberapa fungsi aplikasi dapat menjadi lebih terbatas, pengaturan tersebut tidak perlu diaktifkan tanpa alasan yang jelas.

Tips Agar Privasi WhatsApp Lebih Terjaga

Pengaturan teknis tetap perlu disertai kebiasaan penggunaan yang aman. WhatsApp mengingatkan bahwa penerima pesan dapat memiliki salinan informasi yang dikirim dan berpotensi meneruskannya kepada pihak lain.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

  • Jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun.
  • Gunakan verifikasi dua langkah atau metode keamanan tambahan.
  • Periksa perangkat yang tertaut secara berkala.
  • Hindari membuka tautan mencurigakan dari nomor tidak dikenal.
  • Batasi visibilitas foto profil dan status jika diperlukan.
  • Gunakan Kunci Chat untuk percakapan yang membutuhkan perlindungan ekstra.
  • Gunakan Pesan Sementara untuk percakapan yang memang tidak membutuhkan penyimpanan jangka panjang.
  • Blokir dan laporkan akun yang mengirim spam atau konten mencurigakan.
  • Periksa kembali pengaturan privasi setelah mengganti perangkat atau memasang ulang aplikasi.

Apa yang Perlu Dipahami tentang Privasi WhatsApp?

Fitur keamanan tidak berarti seluruh informasi yang dibagikan melalui WhatsApp otomatis berada di luar jangkauan penerima.

Enkripsi end-to-end tetap menjadi dasar perlindungan pesan dan panggilan pribadi WhatsApp. Namun, setelah pesan diterima, penerima tetap dapat menyimpan, meneruskan, memotret layar pada kondisi tertentu, atau membagikan informasi tersebut.

Karena itu, pengaturan privasi sebaiknya dipandang sebagai lapisan perlindungan tambahan, bukan pengganti kehati-hatian ketika mengirim informasi pribadi.

WhatsApp juga menyediakan sejumlah kontrol berbeda untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari menyembunyikan informasi profil sampai melindungi percakapan dan memperkuat autentikasi akun.

Kesimpulan

Daftar fitur WhatsApp untuk keamanan privasi kini mencakup pengaturan visibilitas akun, Pemeriksaan Privasi, Kunci Chat, Pesan Sementara, pembisuan penelepon tidak dikenal, verifikasi dua langkah, passkey, hingga Pengaturan Akun Ketat.

Pengaturan dasar dapat dimulai dari menu Privasi. Setelah itu, perlindungan akun dapat diperkuat dengan autentikasi tambahan dan kebiasaan penggunaan yang lebih hati-hati.

Untuk pengguna yang menghadapi risiko keamanan lebih tinggi, Pengaturan Akun Ketat dapat menjadi opsi tambahan. Sementara pengguna umum tetap dapat memilih fitur sesuai kebutuhan tanpa harus mengaktifkan seluruh lapisan keamanan sekaligus.

Leave a Comment